Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Monday, July 16, 2012

Haier Group Sudah Masuk Indonesia

ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tetap bersinar.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/02/02/142322_haier-transparan-tv_209_157.jpgSalah satu produk Haier, Haier Transparan TV

VIVAnews - Haier Group melalui anak perusahaannya, PT Haier Sales Indonesia, resmi memasuki pasar peralatan elektronik rumah tangga di Indonesia. Haier telah menyelesaikan proses transisi atas akuisisi terhadap seluruh divisi usaha white goods Sanyo Electric Co. Ltd.

Direktur Asia Pasifik Haier Group, Shi Zhiyuan, dalam awal keterangan tertulisnya, Sabtu 14 Juli 2012 mengatakan, proses akuisisi senilai US$100 juta atau setara Rp950 miliar itu merupakan bagian dari strategi pertumbuhan global yang dilakukan Haier.





"Akuisisi ini meliputi produk alat pendingin, mesin cuci serta peralatan rumah tangga elektrik lainnya di wilayah Asia Tenggara yaitu Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia," kata Zhiyuan dalam keterangan tertulisnya.

Termasuk dalam proses akuisisi ini adalah operasional dari Sanyo Electric, layanan pelanggan dan layanan purna jual di masing-masing negara. Di Indonesia, akuisisi ini menjadikan PT Sanyo Indonesia dan PT Sanyo Sales Indonesia menjadi bagian dari Haier Indonesia.

Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.000 karyawan dan pusat produksi kulkas dengan kapasitas 600 ribu unit per tahun serta mesin cuci dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun.

Haier Group adalah perusahaan asal China berbasis di Qingdao, Shandong, yang beroperasi sejak 28 tahun lalu. Saat ini, perusahaan menjadi pemegang pangsa pasar dunia, yaitu 7,8 persen untuk bidang white goods sejak 2009 dan 2011 mencatat pendapatan US$23,3 miliar.

Ramai-ramai Masuk Indonesia

Sebelum Haier, ada beberapa perusahaan yang telah melakukan hal tersebut, meski tidak persis sama. Perusahaan keuangan asal Singapura, DBS Group Holdings Ltd. misalnya, mengumumkan telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH, anak usaha Temasek Holding) untuk mengambilalih 100 persen saham FFH pada Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI).

Melalui AFI, DBS akan menguasai 67,37 persen saham pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (berkode saham BDMN) dengan nilai transaksi Rp45,2 triliun atau setara Sin$6,2 miliar.

Namun, hingga kini Bank Indonesia sampai saat ini belum bisa memberikan izin akusisi atau merger bagi investor yang ingin membeli bank di Indonesia. Alasannya, BI tengah menggodok aturan terkait kepemilikan saham mayoritas. Sebelum aturan terbit, BI menolak semua investor yang ingin membeli bank di Indonesia.

Perusahaan furnitur raksasa asal Swedia, Inter IKEA System BV juga akan masuk pasar Indonesia. IKEA menggandeng PT Hero Supermarket Tbk untuk pengembangan bisnis waralaba di Indonesia.

IKEA adalah perusahaan yang bergerak pada pengembangan mebel dan perabotan rumah tangga, serta waralaba internasional untuk penjualan eceran.

Dalam perjanjian yang ditandatangani 22 Maret 2012 itu disebutkan IKEA memberikan hak dan kewajiban kepada Hero untuk membuka dan mengoperasikan toko IKEA. Untuk setiap toko IKEA yang dibuka berdasarkan perjanjian pengembangan waralaba itu, Hero dipersyaratkan mengikuti sejumlah prosedur.

Di antaranya, mendapatkan izin dan persetujuan dari pemerintah untuk pengembangan serta pengoperasian dari setiap toko IKEA. Berdasarkan perjanjian itu, Hero diharuskan untuk mendirikan toko IKEA dalam jumlah yang sudah disepakati di lokasi tertentu.

Periode pengembangan toko IKEA tersebut dimulai sejak 2014 hingga 2021. Namun, perseroan tetap dimungkinkan untuk menambah jumlah toko IKEA yang akan dioperasikan atau didirikan setelah berakhirnya periode tersebut.

Di sektor otomotif, perusahaan India, Tata Nano, juga siap memasuki pasar mobil murah di Indonesia. Tata Nano LX didaftarkan di Kementerian Perindustrian oleh importir PT Java Motors, sebagai kendaraan penumpang 4x2, 624cc, sebanyak satu unit untuk keperluan uji tipe dengan nomor 632/IUBTT/TPT/3/2012.

Pada tahap awal, Tata Nano akan hadir dengan berstatus CBU (completely built-up), atau datang satu unit utuh diimpor dari India. Namun, jika respon di tanah air cukup positif, Tata Motors siapa membuka pabrik perakitan di Indonesia.

Tata Nano pertama kali diluncurkan pada 2008 di India. Mobil ini dijual seharga Rp23 juta. Dengan label mobil termurah sejagat, popularitas Nano terus meroket. Menurut pendiri Tata Motors, Nano dibuat untuk masyarakat yang menggunakan sepeda motor.

Meningkatnya perusahaan asing masuk Indonesia tentu tidak terlepas dari proyeksi kinclongnya perekonomian di Indonesia. seperti yang dilansir Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dalam Asian Development Outlook Edisi Juli 2012.

Di tengah krisis global ADB justru memberikan apresiasi positif bagi negara-negara Asia Tenggara. Kawasan ini diprediksi tetap mengalami pertumbuhan ekonomi seiring masih tingginya konsumsi domestik dan rekonstruksi pasca banjir di Thailand.  Perekonomian kawasan Asia Tenggara diyakini bakal tumbuh 5,2 persen pada 2012 dan 5,6 persen di 2013.

Perhatian khusus diberikan ADB pada perekonomian Indonesia. Negara kepulauan ini diyakini bakal bersinar kendati krisis ekonomi dunia tengah menghantam.

Naiknya penjualan ritel seiring bertambahnya konsumsi dalam negeri ditambah kuatnya kepercayaan konsumen, telah mendorong ekonomi Indonesia.  Hal itu ditunjang dengan langkah pemerintah yang tetap mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar serta stimulus fiskal.

© VIVA.co.id

Wednesday, June 20, 2012

India Ingin Tingkatkan Investasi di Indonesia

Jurnas.com | INDIA berminat untuk meningkatkan investasinya di Indonesia, terutama investasi dalam pembangunan PLTU berbahan bakar batubara, manufaktur baja, dan juga smelter aluminium. Keinginan India tersebut diungkapkan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Gurjit Singh saat bertemu dengan Wakil Presiden RI, Boediono, di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (20/6). "Intinya, Dubes India ingin menyampaikan beberapa hal mengenai kerangka kerja yang akan dilakukannya nanti selama berada di Indonesia," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat, di kantor Wapres, Rabu (20/6).

Kepada Boediono, Gurjit juga menyampaikan tentang pentingnya dukungan finansial untuk proyek-proyek itu. "India membuka kemungkinan untuk memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha yang berinvestasi di Indonesia itu, melalui pinjaman lunak atau skema yang lain. Beliau yakin, kalau tidak ada dukungan itu, susah. Tentu saja beliau juga melihat beberapa skema lain, seperti PPP (public private partnership) maupun foreign direct investment biasa," ucap dia.

Pada kesempatan itu, Wapres juga menceritakan bahwa perekonomian Indonesia dapat menjaga pertumbuhan karena memiliki pasar domestik yang besar. Menurut Wapres, ada potensi yang dapat dikembangkan dari sisi supply, yaitu menghilangkan hambatan dengan melakukan pembangunan infrastruktur.

Dengan melakukan pembangunan infrastruktur, Wapres yakin Indonesia dapat bertahan dari situasi perekonomian dunia yang sedang tidak menentu.

Gurjit menyerahkan credential letter kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Juni 2012. Sebelum di Indonesia, dia pernah menjadi Dubes India untuk Ethiopia, Djibouti, dan Perwakilan India di Uni Afrika.