Showing posts with label Robot. Show all posts
Showing posts with label Robot. Show all posts

Saturday, September 8, 2012

Inilah Angklung Robot Buatan Mahasiswa ITB

 Angklung ini bisa dikendalikan melalui smartphone Android.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2009/06/26/72858_angklung__alat_musik_khas_sunda_209_157.jpg
Angklung, alat musik khas Sunda
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung membuat angklung yang bisa dimainkan robot. Instrumen tradisional itu pun bisa terhubung dengan piano, komputer, juga smartphone berbasis Android.

Angklung robot ini adalah buatan Alvin Nurhadi dan teman-temannya yang berasal dari jurusan Teknik Fisika ITB. "Untuk angklung dengan jangkauan nada 1,5 oktaf kami menjual sekitar Rp5 Juta rupiah," ujar Alvin kepada VIVAnews ketika mengikuti acara Olimpiade Robotik Indonesia 2012 di gedung Smesco, Jakarta, Sabtu 8 September 2012.

Alvin menjelaskan, ada empat cara untuk memainkan angklung ini. Pertama dengan menggunakan sensor gerak.  Dengan menggunakan sensor ini, operator tinggal membentuk beberapa tanda dengan jari tangan yang ada. Kemudian, sensor akan berfungsi dan menggetarkan angklung yang sesuai dengan tangga nada yang dimaksud.

Selain dengan sensor gerak angklung robot ini juga bisa dikendalikan melalui komputer dan smartphone berbasis android. Kendali ini menggunakan program klungbot yang juga diciptakan Alvin.





Selain itu, penggunaan angklung ini juga bisa menggunakan piano. Asalkan, menurut Alvin, piano tersebut bisa membaca format MIDI yang digunakan oleh angklung robot ini.

Untuk menciptakan angklung ini, Alvin dan timnya membutuhkan waktu hingga dua tahun. "Secara keseluruhan ada lima versi dari mulai yang paling awal dan masih menggunakan lego sampai akhirnya menggunakan aluminium," katanya.

Saat ini Alvin dan timnya memang baru membawa robot angklung ini dengan nada 1,5 oktaf. Namun, Alvin meyakinkan pihaknya mampu untuk membuat angklung dengan jarak nada sampai dengan 4 oktaf.

Inilah Robot-robot Militer Indonesia yang HI TECH

 Robot ini digunakan untuk tugas yang tak bisa dilakukan manusia.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2011/04/21/109467_personel-gegana-bawa-robot-penjinak-bom_209_157.jpg
Personel gegana bawa robot penjinak bom
Staf Ahli Menteri Riset dan Tekhnologi Bidang Pertahanan Keamanan, Hari Purwanto, mengatakan militer Indonesia sudah sejak lama akrab dengan peralatan berteknologi tinggi.  

"Kalau untuk robot penjinak bom indonesia sudah menggunakannya sejak dulu," jelas Hari ketika ditemui dalam acara olimpiade robot se-Indonesia di gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2012.

Menurut Hari, robot-robot dengan teknologi canggil sudah banyak digunakan oleh kepolisian. Bahkan dengan modifikasi yang dilakukan, robot yang dipakai kini lebih kecil dan ringan sehingga bisa menjangkau ruang-ruang sempit.

Selain robot penjinak bom, pihak militer Indonesia juga mulai banyak menggunakan robot jenis lain untuk menunjang aktivitasnya. Salah satunya adalah robot pesawat tanpa awak untuk kegiatan mata-mata.

Robot pesawat mata-mata yang dinamai "unman" ini bisa membawa kamera untuk merekam gambar dan foto sekaligus mengirimkannya.





Polri juga memiliki robot helikopter dengan empat baling-baling yang berfungsi sama. Tak jarang helikopter ini juga dipakai untuk memantau kemacetan di jalan raya.

Disamping kegiatan militer, Hari mengungkapkan, kepolisian juga memiliki sejumlah robot karya LIPI yang bisa digunakan untuk memantau kondisi di lokasi bencana alam. Robot ini juga bisa dipakai untuk meninjau keadaan alam seperti gunung berapi.

"Yang jelas saat ini Indonesia sudah mengembangkan robot untuk menggantikan pekerjaan yang kira-kita berbahaya jika dikerjakan oleh manusia," katanya. (umi)

Latihan Pembuatan robot bagi guru SD

http://img.antaranews.com/new/2012/04/small/2012040556.jpgKudus - Puluhan guru Srekolah Dasa Islam Terpadu (SDIT) untuk wilayah eks-Keresidenan Pati, Jawa Tengah, pada Jumat mendapatkan pelatihan membuat robot.

Menurut Kepala Sekolah SDIT Al Islam Kudus, Istifainzah, di Kudus, pelatihan membuat robot tersebut diikuti sebanyak 24 guru dari 12 sekolah Islam terpadu di wilayah eks-Keresidenan Pati.

Guru yang mendapatkan pelatihan tersebut akan meneruskan ilmunya bagi para pengajar lain maupunbagi para siswa SD di sekolahnya masing-masing.

Peserta pelatihan, katanya, tidak hanya sekadar mendapatkan materi, karena mereka juga langsung praktik untuk membuat robot.

"Pelatihan digelar sejak pagi hingga malam hari. Pada malam ini merupakan sesi praktik membuat robot," ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, dihadirkan salah satu pakar robot nasional, yakni Arief Andhi Yudanarko yang sudah berpengalaman di bidang pembuatan robot.

"Peserta pelatihan akan dilatih membuat tiga jenis robot, yakni robot soccer man, robot obstacle avoider, dan robot light," ujarnya.

Nantinya, kata dia, masing-masing SDIT diharapkan bisa membuka kegiatan ekstra membuat robot.

Ia mengemukakan, upaya mengembangkan ekstra membuat robot tidak mudah, karena dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk siswa dan orang tua siswa karena membutuhkan biaya.

Akan tetapi, dia optimistis hal itu akan terwujud mengingat keahlian membuat robot hampir dimiliki pelajar di setiap sekolah di berbagai tingkatan.

Untuk itu, ia mengemukakan, perkembangan teknologi modern, terutama di bidang pembuatan robot perlu diperkenalkan sejak dini, agar siswa SD juga memiliki keahlian di bidang teknologi.

Dengan memperkenalkan teknik membuat robot sejak dini, menurut dia, maka diharapkan bakat yang dimiliki siswa bisa dikelola dengan baik.





Peserta pelatihan masih mempraktikkan cara membuat robot di aula SDIT Al Islam Kudus.(U.KR-AN/Z002)

Thursday, June 28, 2012

Kreatif, Siswa SMP Bantul Ciptakan Robot Tikus

 Robot bergerak berdasarkan pembacaan perbedaan warna putih dan hitam

Robot tikus (Juna Sanbawa/ VIVAnews)
VIVAnews - Sebanyak 14 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul, DIY mengikuti lomba robot tingkat SMP. Lomba ini digelar di gedung Dakwah Muhammadiyah, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu 27 Juni 2012.

Dari 14 robot yang dipertandingkan ada sebuah robot yang cukup menarik perhatian pengunjung, yaitu robot karya 3 pelajar dari siswi SMP Muhammadiyah, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Robot ini dinamai Mupybot atau singkatan dari Muhammadiyah Piyungan Robot.

Robot memang tidak secepat robot line follower analog (LNA) lain saat menyusuri lintasan. Namun dengan bentuk menyerupai tikus bergerak, menarik banyak pengunjung untuk melihatnya. Mupybot ini dilengkapi tiga roda yang dikemas menyerupai tikus, mempunyai ekor yang terbuat dari karet warna merah.

Sedangkan, tubuhnya terbuat dari styrofoam. Bagian tersebut ditempeli potongan-potongan benang warna coklat mirip bulu tikus sawah.





“Mupybot ini dapat bergerak berdasarkan pembacaan perbedaan warna putih dan hitam pada jalur khusus itu,” kata Puji Astuti, siswi kelas 2 SMP Muhammadiyah Piyungan, pembuat robot.

Ia membuat robot bersama dengan dua temannya, yaitu Nita Rohani dan Santi Rahayu yang sama-sama kelas VIII serta guru pembibingnya Akhid Nuryadin. Mereka mempersiapkan Mupybot ini selama 1 minggu menjelang perlombaan.

“Ide mengemas robot LNA ini dalam bentuk tikus ini juga mendadak. Meski tidak terlalu cepat, paling tidak akurasinya dalam menyusuri perlintasan dapat diunggulkan,” ujar Puji.

Nita Rohani mengatakan, perakitan robot LNA di sekolahnya terbilang masih baru. Namun sistem robot LNA tidak asing di sebagian siswanya. Sebab, sejak kelas 1 sudah ada ekstrakurikuler elektronika.

“Jadi, siswa sudah paham beberapa bagian penyusun LNA. Mulai dari sensor, transistor, osilator, dan sebagainya,” ujar Nita.

Sugito, Wakil ketua Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Bantul, menerangkan meski baru pertama digelar, lomba robot tingkat SMP itu sudah diikuti14 sekolah. Tiap sekolah mengajukan satu kelompok dari tiga siswa dansatu guru pembimbing.

“Semoga lomba semacam ini bisa terus berlanjut di masa mendatang. Sebab, robot memegang peranan penting di zaman modrn. Pelajar dari Bantul jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.

Friday, June 22, 2012

Mahasiswa UNY ciptakan robot pelacak bom

Tim Robot UNY. (www.uny.ac.id/node/7030)
Yogyakarta (ANTARA News) - Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan robot pelacak bom.

"Robot itu dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh, dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya," kata ketua kelompok tersebut, Doni Ermawan, di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, robot itu diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Namun, robot pelacak itu bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris.

Robot itu, kata dia, belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding.

"Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100 hingga 200 meter," kata Doni.

Ia mengatakan robot itu diciptakan dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri, di antaranya motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, dan kontroler.

"Selain itu, software yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Perangkat lunak itu berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh," katanya.

Menurut dia, bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yakni motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot.

Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom.

"Gambar-gambar yang tertangkap kamera itu nanti akan diproses dan dikontrol melalui perangkat lunak di notebook," katanya.

Anggota kelompok Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka masih berupa prototipe, nanti akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Namun, menurut dia, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank itu akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal.

"Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik," kata Hadi.

Anggota kelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lainnya adalah Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, dan Hasnanto Riantiarno.(U.B015/M008)



 Robot Pengaman Benda Yang Diduga Bom

Teroris di negeri ini tidak hentinya memunculkan cara baru untuk melakukan aksi terror Bom. Kasus bom sendiri dapat membuat cara pandang negara lain terhadap bangsa kita jadi buruk, selain itu juga akan memperlemah perekonomian Indonesia. Hal ini memacu sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY untuk membuat robot pelacak bom. Robot ini dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya. Robot ini diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Tetapi, robot pelacak ini bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris. Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100–200 meter.

Kelompok yang terdiri dari Doni Ermawan,Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, Hasnanto Riantiarno dan Hadi Sutrisno ini menciptakan robot dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri. Di antaranya, motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, controller, dan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Software ini berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh.

Bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yaitu motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot. Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom. Gambar-gambar yang tertangkap kamera ini nantinya diproses dan dikontrol melalui software di notebook.

“Robot ini belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding,” papar Doni. Anggota tim lainnya, Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka ini masihlah prototype, nantinya akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sementara ini, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank ini akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal. “Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik, pungkas Hadi. (uny.ac.id/ humasristek)

Friday, June 15, 2012

Graha Robotika- Tim Robot dari UGM

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Menjelang digelarnya Kontes Robot Nasional 2012, 29-30 Juni dan 1 Juli 2012 di Bandung, tim robot UGM kian solid. Apalagi saat ini tim robot UGM telah memiliki Graha Robotika yang dipusatkan di lantai 3 Perpustaan Unit II UGM.

Manajer umum tim robot UGM, Sarjiya PhD menuturkan, tahun-tahun sebelumnya perkembangan robotika UGM masih terpecah-pecah antarfakultas dan jurusan sehingga kurang efektif dan efisien. Maka dengan adanya Graha Robotika itu bisa menyatukan beberapa jurusan yang selama ini fokus pada pengembangan robotika.

''Baik dari Fakultas Tekinik, MIPA serta Sekolah Vokasi bisa bersatu dalam pengembangan robot,'' tuturnya pada soft launching Graha Robotika UGM.





Ditambahkan, perkembangan robotika di perguruan tinggi saat ini telah menjadi ikon kualitas dan prestasi sebuah perguruan tinggi. Selain itu juga sebagai sarana promosi perguruan tinggi tersebut baik di kancah nasional maupun internasional.

Perkembangan robotika UGM, menurutnya, dari tahun ke tahun terus menunjukkan prestasi yang membanggakan. Bukan hanya prestasi dan kejuaraan di tingkat nasional namun tingkat internasional pun pernah diraih.

''Pernah juara satu dan dua pada Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di AS dan meraih dua medali emas dan satu medali perak pada Robogames 2012 di San Mateo California,'' imbuhnya.

Senada dengan Sarjiya, Direktur Kemahasiswaan UGM Drs Haryanto MSi menambahkan, kesuksesan tim robot UGM tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, seperti dukungan dari tim sukses, tim manajemen dan tim suporter. Diakuinya, sebelum berkembang pesat seperti sekarang ini, robotika di UGM baru sebatas hobi saja.

''Berawal dari hobi menjadi ko-kurikuler seperti saat ini. Kesuksesan dan prestasi yang diraih tidak lepas dari dukungan banyak pihak termasuk suporter mahasiswa,'' tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Robot UGM Damar Satrio Guntoro mengatakan, pada Kontes Robot Nasional 2012 mendatang tim robot UGM akan tampil pada semua divisi. Untuk divisi Kontes Robot Indonesia (KRI) UGM akan tampil dengan robot Jump-Ace, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Beroda dengan robot Armada, KRCI berkaki dengan 1-DA, KRCI Humanoid Soccer dengan Alfarobi dan KRSI dengan robot Rosebir yang nantinya akan memperlombakan gerakan tari piring dari Minangkabau.( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM