Showing posts with label apa itu electronic stamp. Show all posts
Showing posts with label apa itu electronic stamp. Show all posts

Sunday, June 24, 2012

Pos Indonesia Siapkan Electronic Stamp

Pos Indonesia
Jakarta - Menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat, PT Pos Indonesia menerapkan sejumlah langkah untuk membuat dirinya tetap bertahan. Salah satunya adalah menerapkan mekanisme electronic stamp.

"Ke depannya, kita akan menerapkan electronic stamp. Jadi orang bisa tetap mengirimkan surat digital dengan menyertakan perangko digital," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, di sela-sela pembukaan World Stamp Championship-Indonesia 2012, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (18/6).

Menurutnya, hal ini adalah salah satu modifikasi PT Pos Indonesia dalam menghadapi pergeseran-pergeseran zaman. Karena, kini mengirim surat, telegram, dan semacamnya sudah tidak laku.





Melalui electronic stamp, PT Pos Indonesia berharap dapat kembali menarik pasar yang mulai sepi. I Ketut menyampaikan, mekanisme pengiriman dengan electronic stamp ini bahkan dapat dilakukan dengan berlangganan. "Kita dapat mendesign suatu post card dengan membubuhkan electronic stamp, kemudian dicetak jarak jauh, misalnya mengirim dari Jakarta, dan di Papua bisa di-print lalu diantarkan," ujar Ketut.

Menurutnya, surat yang dilengkapi dengan perangko memiliki nilai sejarah tersendiri. Karena, dalam perangko tercantum tanggal pembuatan, momen penting, dan menglobal di seluruh dunia. "Kalau sudah dicetak, maka akan menjadi suatu yang mengglobal. Seperti halnya perangko lainnya, yaitu bisa disimpan hingga 70 tahun lagi. Kalau hanya SMS pasti akan terhapus, karena memori terbatas," ujarnya.

Ketut menjelaskan, saat ini Pos Indonesia sedang menggalakkan banyak program. Untuk program electronic stamp, rencananya akan mulai diimplementasikan pada tahun depan. Jelasnya, program ini sebenarnya telah diaplikaskan di hampir semua negara maju.

Mengenai jumlah perangko yang beredar, Wakil Presiden Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia Bambang Irian menyampaikan, samapai saat ini pihaknya terus melakukan produksi perangko, meskipun jumlahnya memang tidak terlalu banyak. "Kita melakukan pencetakan disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan para fitatelis. Biasanya 300 ribu per sekali cetak, yang dilakukan 12-15 kali per tahun, dengan perbedaan tema dan gambar," paparnya.

Menurunya, permintaan tidak menentu, kadang naik, kadan turun. Sejauh ini, permintaan perangko masih didominasi dari Jawa dan Bali. Selain itu, pihaknya juga terus melakkan inovasi dan perubahan perangko. "Kini telah ada perangko dari bahan kain. Ada pula yang bebahan kulit dengan motif seperti wayang," ujarnya. [WS]


Gatra

Tuesday, June 19, 2012

Perangko Elektronik, Produk Baru Pos Indonesia

"Saya prihatin, banyak anak sekarang kirim SMS ke orangtua dengan bahasa prokem."

Perangko Indonesia (http://agussiswoyo.net)
VIVAnews - Pada era e-mail seperti saat ini, PT Pos Indonesia kini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi elektronik. Perusahaan ini bersiap memasuki sistem perangko elektronik.

Konsep perangko elektronik ini merupakan kombinasi antara bentuk elektronik dan fisik. Pengisian surat dan pemilihan desain perangko serta ukuran surat dilakukan di kantor pos. Anda juga bisa langsung mengirim melalui kantor pos ke tujuan secara elektronik. Surat tersebut dicetak melalui kantor pos terdekat dari tempat tujuan surat.

"Di dunia sudah terjadi seperti itu. Desain kartu pos dan bisa dibubuhkan perangko secara elektronik, dan dicetak di sana," kata Presiden Direktur Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, seusai pembukaan World Stamp Championship Indonesia 2012 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Senin 18 Juni 2012.

Ketut mengatakan, konsep ini dapat memberi nilai karena surat dapat disimpan dan bernilai sejarah. Dia menambahkan, untuk konsep secara sempurna masih belajar dari Amerika Serikat dan Eropa. "Mesinnya sudah diciptakan," ujarnya.





Konsep ini nanti dapat dilakukan secara berlangganan, seperti pelanggan prabayar. Pihak Pos optimistis konsep ini dapat diterapkan dalam satu atau dua tahun ke depan.

"Kami bangun teknologi infrastrukturnya dulu, sisi on time (tepat waktu) suratnya juga dijaga," imbuhnya.

Hingga saat ini, konsep perangko elektronik masih memerlukan penyesuaian regulasi.

Sisi Edukasi

Vice President Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia, Bambang Irian, menilai perangko elektronik dapat memberikan edukasi bagi anak-anak.

"Saya prihatin, banyak anak sekarang kirim SMS ke orangtua dengan bahasa prokem. Dengan ini anak dididik untuk bagaimana menulis surat dengan tata krama," katanya.

Selain inovasi perangko elektronik, Pos Indonesia juga melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi melalui pencetakan perangko menggunakan model bahan tradisional.

"Hari ini cetak perangko dari bahan kain. Ke depannya ada perangko dari kain batik, perangko dari kulit wayang. Ini kreasi supaya menarik," katanya.

Kendati siap menyesuaikan dengan teknologi elektronik, Pos Indonesia tidak akan meninggalkan perangko konvensional. "Sebetulnya gini, kami tidak boleh menyerah dengan adanya perkembangan teknologi, yang konvensional tetap kami jalankan," kata Bambang.

Selama satu tahun Pos Indonesia mencetak perangko selama 12 hingga 15 kali. Sekali cetak mencapai 300.000 dari semua edisi. (art)



VIVAnews