Showing posts with label kondisi pos indonesia. Show all posts
Showing posts with label kondisi pos indonesia. Show all posts

Friday, July 20, 2012

Info BUMN: Pos Indonesia Kembangkan Bisnis Properti

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120720_103247_pos.jpgSURABAYA--MICOM: PT Pos Indonesia mengembangkan bisnis properti di sejumlah daerah di Jawa Timur untuk memberikan nilai tambah kepada perseroan.

"Pengembangan bisnis kami dengan memilih sektor properti sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor 6 Tahun 2011 tentang pengelolaan properti," kata Kepala Area VII PT Pos Indonesia Jawa Timur Supriadi di Surabaya, Jumat (20/7).

Menurut dia, dengan mengacu pada keputusan tersebut pihaknya menyiapkan sejumlah lahan yang dimiliki untuk disewakan dan dikembangkan penanam modal.

"Berbagai pengembangan dan pengelolaan properti yang kami rencanakan seperti penyewaan lahan/bangunan untuk hotel, plaza, pusat perbelanjaan, supermarket, sampai tower BTS," ujarnya.

Di Jatim ada beberapa lokasi strategis yang bisa dikembangkan investor semisal Kantor Pos Kebonrojo Surabaya, Kantor Pos di Madiun, dan Kantor Pos di Jalan Gajah Mada berlokasi di Malang.





"Khusus di Malang, kini sudah ada penanam modal yang berminat mengembangkannya menjadi sebuah mal," katanya.

Kalau di Kantor Pos Kebonrojo Surabaya, tambah dia, ada pula investor yang berminat untuk mendirikan hotel. Akan tetapi, bangunan tersebut termasuk salah satu cagar budaya sehingga titik temu kesepakatan untuk membangunnya masih sulit.

"Selain Jatim, penanam modal juga meminati kantor pos sebagai tempat pengembangan proyek mereka misalnya di Jalan Pahlawan Bandung yang siap dibangun menjadi hotel," katanya.

Apalagi, lanjut dia, pengusaha hotel berjaringan yakni hotel Amaris telah meminta 100 titik di pelosok Nusantara untuk pembangunan hotelnya. "Di samping itu, kami akan mendirikan beberapa anak perusahaan baik di divisi properti, kurir, maupun layanan keuangan," katanya.

"Tahun lalu, kami mulai mengembangkan anak perusahaan yakni PT Pos Logistik," katanya. (Ant/OL-5)

Sumber : MediaIndonesia

Tuesday, June 19, 2012

Perangko Elektronik, Produk Baru Pos Indonesia

"Saya prihatin, banyak anak sekarang kirim SMS ke orangtua dengan bahasa prokem."

Perangko Indonesia (http://agussiswoyo.net)
VIVAnews - Pada era e-mail seperti saat ini, PT Pos Indonesia kini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi elektronik. Perusahaan ini bersiap memasuki sistem perangko elektronik.

Konsep perangko elektronik ini merupakan kombinasi antara bentuk elektronik dan fisik. Pengisian surat dan pemilihan desain perangko serta ukuran surat dilakukan di kantor pos. Anda juga bisa langsung mengirim melalui kantor pos ke tujuan secara elektronik. Surat tersebut dicetak melalui kantor pos terdekat dari tempat tujuan surat.

"Di dunia sudah terjadi seperti itu. Desain kartu pos dan bisa dibubuhkan perangko secara elektronik, dan dicetak di sana," kata Presiden Direktur Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, seusai pembukaan World Stamp Championship Indonesia 2012 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Senin 18 Juni 2012.

Ketut mengatakan, konsep ini dapat memberi nilai karena surat dapat disimpan dan bernilai sejarah. Dia menambahkan, untuk konsep secara sempurna masih belajar dari Amerika Serikat dan Eropa. "Mesinnya sudah diciptakan," ujarnya.





Konsep ini nanti dapat dilakukan secara berlangganan, seperti pelanggan prabayar. Pihak Pos optimistis konsep ini dapat diterapkan dalam satu atau dua tahun ke depan.

"Kami bangun teknologi infrastrukturnya dulu, sisi on time (tepat waktu) suratnya juga dijaga," imbuhnya.

Hingga saat ini, konsep perangko elektronik masih memerlukan penyesuaian regulasi.

Sisi Edukasi

Vice President Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia, Bambang Irian, menilai perangko elektronik dapat memberikan edukasi bagi anak-anak.

"Saya prihatin, banyak anak sekarang kirim SMS ke orangtua dengan bahasa prokem. Dengan ini anak dididik untuk bagaimana menulis surat dengan tata krama," katanya.

Selain inovasi perangko elektronik, Pos Indonesia juga melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi melalui pencetakan perangko menggunakan model bahan tradisional.

"Hari ini cetak perangko dari bahan kain. Ke depannya ada perangko dari kain batik, perangko dari kulit wayang. Ini kreasi supaya menarik," katanya.

Kendati siap menyesuaikan dengan teknologi elektronik, Pos Indonesia tidak akan meninggalkan perangko konvensional. "Sebetulnya gini, kami tidak boleh menyerah dengan adanya perkembangan teknologi, yang konvensional tetap kami jalankan," kata Bambang.

Selama satu tahun Pos Indonesia mencetak perangko selama 12 hingga 15 kali. Sekali cetak mencapai 300.000 dari semua edisi. (art)



VIVAnews